高泷怒
2019-05-23 08:15:01
发布时间:2017年8月29日上午8:29
更新时间:2017年8月29日上午8:29

Chief de Mission(CDM)印度尼西亚Aziz Syamsuddin(kiri)bersalaman dengan Deputi Menteri Olahraga马来西亚拿督M Saravanan(kanan),Rabu(16/8)。作者:Oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

Chief de Mission(CDM)印度尼西亚Aziz Syamsuddin(kiri)bersalaman dengan Deputi Menteri Olahraga马来西亚拿督M Saravanan(kanan),Rabu(16/8)。 作者:Oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Komandan kontingen印度尼西亚(CdM)di SEA Games 2017 Aziz Syamsuddin mengeluhkan seretnya pencairan dana dari pemerintah。 Sampai dua hari menjelang penutupan SEA Games,dana tersebut belum juga cair。 Informasinya,dana tersebut masih tertahan di Komite Olimpiade Indonesia(KOI)。

“Saya sampai mules memikirkan anggaran yang belum turun.Ibaratnya pengeluaran terus tapi yang masuk ke rekening belum ada,”kata Aziz Syamsuddin。

Padahal,Aziz melanjutkan,untuk berangkat ke Malaysia membutuhkan dana sebesar Rp 41,5 miliar。 Dana tersebut diambil dari APBN。 Namun,dalam perjalanannya,dana tersebut ternyata tidak terpenuhi semuanya。 Ada Rp11,5 miliar yang berasal dari Satlak Prima。

Seretnya dana ini sangat mungkin berimbas pada perolehan medali。 Sampai Selasa pagi 29 Agustus ini,印度尼西亚baru mengoleksi 32 emas,54 perak,dan 64 perunggu。 Padahal Indonesia ditargetkan meraih setidaknya 55 medali emas。

Dengan raihan 32 medali emas,Indonesia pun masih tertahan di peringkat lima klasemen SEA Games 2017.Sementara puncak klasemen dikuasai Malaysia yang telah mengoleksi 111 emas,77 perak,dan 69 perunggu。

泰国berada di tempat kedua dengan 60 emas,72 perak,dan 75 perunggu。 Sementara Vietnam di tempat ketiga dengan 54 emas,41 perak,dan 51 perunggu,diikuti Singapura di peringkat empat klasemen dengan 49 emas,44 perak,dan 63 perunggu。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com